Farmakognosi : Pembuatan Simplisia Kulit Batang Kayu Manis

Proses Perajangan

Setelah dicuci, kulit batang kayu manis diangin-anginkan di atas koran kurang lebih satu malam. Kemudian diubah bentuk atau dipotong kecil-kecil menggunakan gunng atau kater yang bertujuan untuk memperkecil luas permukaan sehingga proses pengeringan berlangsung cepat.

Peoses Pengeringan

Setelah diubah bentuk, proses selanjutnya yaitu pengeringan. Sampel dikeringkan di bawah sinar matahari dengan menggunakan kain hitam sebagai penutup. Fungsi kain hitam tersebut untuk menyerappanas dari sinar matahari. Sampel dak boleh berkontak langsung dengan sinar matahari karena akan merusak akvitas enzim.Lalu proses selanjutnya kulit batang kayu manis disimpan pada suhu kamar 15-300C.

Tujuan pengeringan antara lain:

1) Untuk mendapatkan simplisia yang awet, tidak rusak dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama.

2) Mengurangi kadar air, sehingga mencegah pertumbuhan mikroorganisme seperti terjadinya pembusukan oleh jamur atau bakteri karna terhentinya proses enzim dalam jaringan tumbuhan yang selnya telah mati. Agar reaksi enzim tidak dapat berlangsung, kadar air yang dianjurkan adalah kurang dari 10%. 

3) Mudah dalam penyimpanan dan dihaluskan bila dibuat serbuk. 

Berikut video penjelasannya :  https://youtu.be/ZHulFse4rQc

Temukan saya di menit 0:56-2:37 

Sekian Terimakasih

Comments

  1. Mengapa pada saat perajangan, menggunakan koran sebagai alas sampel. Apakah tidak akan ada zat yang menyebar ke sampel atau kayu manis dari koran?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada umumnya, koran digunakan sebagai alas saat perajangan karena koran mudah ditemukan, murah, dan cukup menyerap getaran yang dihasilkan saat melakukan perajangan. Namun, penggunaan koran sebagai alas sampel juga memiliki beberapa kelemahan, salah satunya adalah kemungkinan adanya zat-zat yang dapat menyebar ke sampel atau bahan yang sedang dipotong.

      Koran biasanya mengandung tinta dan bahan pengikat yang digunakan untuk membuat kertas. Jika kayu manis atau sampel yang sedang dipotong diletakkan langsung di atas koran, kemungkinan zat-zat tersebut dapat menyebar ke dalam sampel atau kayu manis. Namun, risiko ini dapat dikurangi dengan menempatkan kertas atau plastik di antara sampel dan koran. Dengan demikian, koran masih bisa digunakan sebagai alas saat perajangan dengan aman dan efektif.

      Delete
  2. Pada saat pengeringan, dijelaskan bahwa sampel tidak boleh berkontak langsung karena akan merusak enzim. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enzim adalah molekul protein kompleks yang berfungsi sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologis. Mereka sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, termasuk suhu, pH, dan cahaya. Oleh karena itu, jika sampel simplisia kayu manis terkena sinar matahari langsung selama pengeringan, suhu sampel akan meningkat secara signifikan dan ini dapat merusak struktur enzim yang sensitif.

      Peningkatan suhu yang signifikan dapat menyebabkan denaturasi enzim, yaitu perubahan bentuk enzim sehingga kehilangan aktivitas katalitiknya. Selain itu, sinar matahari yang kuat juga dapat merusak struktur protein dalam sampel kayu manis secara umum, termasuk enzim.

      Delete
  3. Bagaimana untuk mengetahui kadar air dalam simplisia atau sampel sudah kurang dari 10%?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk memastikan kadar air dalam simplisia atau sampel sudah kurang dari 10%, Anda dapat menggunakan metode pengeringan dengan oven atau metode Karl Fischer.

      Metode Pengeringan dengan Oven
      Metode pengeringan dengan oven melibatkan pengeringan sampel dalam suhu tertentu selama beberapa waktu. Metode ini cocok untuk sampel yang tidak sensitif terhadap suhu dan tidak mengalami dekomposisi selama pengeringan.
      Timbang sampel yang sudah dikeringkan dan hitung selisih beratnya dengan berat awal sampel. Perbedaan berat tersebut merupakan berat air dalam sampel.
      Hitung kadar air dengan rumus:
      kadar air (%) = (berat air / berat awal sampel) x 100%
      Jika hasilnya kurang dari 10%, maka kadar air dalam sampel sudah sesuai dengan standar.

      Metode Karl Fischer
      Metode Karl Fischer adalah metode yang sangat akurat untuk mengukur kadar air dalam sampel. Metode ini melibatkan reaksi kimia antara sampel dan larutan Karl Fischer yang mengandung iodin, sulfur dioksida, dan metanol. Metode ini cocok untuk sampel yang sensitif terhadap suhu atau sampel yang mengalami dekomposisi selama pengeringan.
      Hitung kadar air dalam sampel dengan rumus:
      kadar air (%) = (jumlah larutan Karl Fischer yang digunakan x faktor normalitas) / berat sampel

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Klasifikasi Monosakarida, Proyeksi Fischer dan Konfigurasi Aldosa dan Ketosa-KIMOR RPS 12

MTK FARMASI_Analisa Stabilitas dan Persamaan Arrhenius_ Rps 15

Bobot Jenis, Identitas Simplisia dan Produk Obat Serta Bahan Alam